Si Cantik Dophia Evelina , Tak Kuasa Menahan Pesona Apel Beludru (Diospyros blancoi A. DC. )

Si Cantik Dophia Evelina , Tak Kuasa Menahan Pesona Apel Beludru (Diospyros blancoi A. DC. )


                  Taman Kyai Langgeng Magelang merupakan salah satu kawasan hutan dataran rendah yang berada di daerah kota Magelang. Taman ini memiliki areal yang cukup luas, dengan ragam pepohonan dan beberapa wahana permainan. Sepi, sejuk, dan nyaman untuk menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun luar kota. Pada hari-hari aktif seperti senin hingga sabtu, Taman ini sepi pengunjung, terkecuali ada hajat kawula muda atau wisatawan yang sengaja datang dari luar kota. Keramaian yang nampak sekali bisa anda nikmati jika anda datang tepat pada hari minggu. Tapi justru itu, saya sengaja mencari hari-hari aktif di mana kawasan ini akan sepi pengunjung, lebih syahdu dan khusyuk.  Apalagi tujuan utama saya berwisata ini tidak semata-mata untuk refreshing saja, melainkan juga untuk memastikan keberadaan kupu-kupu di kawasan tersebut.

Memasuki pintu utama, setelah memberikan karcis kepada petugas yang berjaga-jaga kedatangan saya sudah disambut oleh deretan pohon apel bludru di sepanjang jalanan menurun tepat di tepi kanan (dari arah pintu masuk), pepohonan ini rimbun menaungi bangku-bangku panjang dibawahnya. Saya tidak sendiri, bersama 3 teman yang saya daulat untuk menemani berburu kupu-kupu di Taman Kyai Langgeng Magelang. Menyusuri jembatan beratap kami kami berpisah, menjadi dua kelompok saya bersama Nidhi mengikuti jalur kanan (dari arah pintu masu, setelah jembatan beratap), sementara mas Helmy dan Nizar ke arah kiri.

Menyusuri jalanan yang sedikit-sedikit menanjak lalu menurun lalu menanjak lagi cukup membuat nafas tersengal-sengal, namun kenyataan bahwa ada Tanaecia palguna yang mengepak-ngepak ringan tepat di depan saya dan Nidhi, justru membuat semakin bersemangat melupakan peluh dan panas yang meningkahi perjalanan kami. Sedikit berkejar-kejaran, meski tak mendapatkan gambar yang cukup jelas, setidaknya sudah melihat dengan mata kepala sendiri cantiknya si coklat-putih itu. Kembali mengikuti jalan yang cukup luas di depan kami, tepat di areal dengan rumput hijau yang penuh, ada beberapa pohon apel beludru yang kokoh berdiri di sana. Mulanya sedikit tidak bersemangat, sembari melihat-lihat warna apel beludru yang orange kusam, membuat saya benar-benar penasaran apakah buah itu layak dikonsumsi dan bagaimana rasanya.

Tepat di bawah pohon apel beludru tempat saya sedikit melamun, ada sebuah apel beludru yang nampaknya telah jatuh beberapa hari yang lalu, nampak dari warnanya yang sudah sangat kusam dan busuk. Niatnya hanya memotret buah busuk itu saja, ternyata kepak sayap pelan mengahmpiri buah yang tergeletak di atas tanah berumput itu. si cantik Dophia evelina kali ini tak kuasa menahan aroma apel bludru yang kelewat matang itu. Pelan-pelan saya dan nidhi menghampirinya, sedikit mengambil jarak bahkan sembari jongkok mengarahkan kamera digital seadanya untuk menyaksikan keasyikan Dophia menyerap nutrisi buah itu. Tak sadar sedang diperhatikan Dophia tetap menjulur-julurkan prosbosis panjangnya dan menempelkannya pada bagian lunak apel bludru yang sudah dikerubuti lalat buah. Tampaknya ia benar-benar menikmati santapan siang hari itu. Sedikit gesekan angin membuat sebuah helai daun jatuh dan itu cukup membuat Dophia kaget, dia pun serta merta meninggalkan apel bludru itu. Yah, agak kecewa, olahraga jongkok kami tidak terlalu berhasil tetapi cukup memuaskan karena jauh lebih baik kualitas gambar yang kami peroleh daripada sebelumnya.

Kali ini saya dan Nidhi menyusuri tangga terjal menuju bagian bawah dari hutan dataran rendah Taman Kyai langgeng Magelang. Dari bagian atas tangga sudah tampak aliran sungai kecil nan panjang, lamat-lamat terdengar gemericik air. Nampaknya aliran sungai kecil itu menuju ke muara yang lebih luas,  di ujung lainnya ada sungai yang lebih besar ( arah yang diambil oleh mas helmy dan nizar ).

Sebenarnya ada beberap jenis kupu-kupu  yang kami peroleh gambarnya seperti Melanitis Phedima, Melanitis leda, Tanaecia palguna, Hypolimnas bolina, Leptosia nina, Mycalesis janardana, Mycalesis mineus, Ypthima sp, Jamides alecto, Discophora sondaica, dan beberapa species lainnya. Namun, kali ini saya ingin membahas lebih banyak tentang Dophia evelina serta ketertarikannya terhadap apel bludru sebagai santapan favoritnya.

Kali ini saya dan Nidhi telah berada di areal jalan setapak bagian tepi Taman Kyai Langgeng Magelang yang bersebelahan dengan sungai kecil. Saya tengah mengejar-ngejar Melanitis waktu itu. Setelah puas berjongkok dan mengendap-endap mengejar Melanitis yang berada di bawah pohon yang cukup rendah, sehingga saya harus benar-benar  merangkak. Usai mendapatkan gambar yang saya rasa paling bagus saya pun mengahmpiri Nidhi. Ternyata si gadis kecil yang murah senyum itu sedang mengendap-endap, pewe (posisi wenak) jongkok dekat sekali dengan objek yang ada di depannya. Tak lain dan tak bukan objek yang sedang ditekuni oleh Nidhi adalah Dophia evelina yang tengah menikmati buah apel bludru busuk. Lagi-lagi apel bludru dan lagi-lagi Dophia evelina, benar-benar bikin penasaran. Kebetulan di area ini pohon apel beludru memang cukup banyak, dan tampaknya tersebar di seluruh area Taman Kyai Langgeng Magelang.

Apel beludru atau seringkali dikenal sebagai buah mentega atau Diospyros blancoi A. DC. Sinonim Diospyros philippensis (Desr.) Guerke Diospyros discolor Willd.
Nama umum
Indonesia: Buah mentega, bisbul, mabolo, sembolo (Jawa)
Inggris: Velvet apple, mabolo
Melayu: Buah lemak
Thailand: Marit
Pilipina: Mabolo, kamagong

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta ( Tumbuhan berpembuluh )
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Ebenales
Famili: Ebenaceae
Genus: Diospyros
Spesies: Diospyros blancoi
Buah apel beludru ini merupakan Kerabat Dekat dari buah Semek, Culiket, dan Sawo Hitam (sumber: http://www.plantamor.com).

Sebenarnya tidak hanya Dophia evelina saja yang terpikat pesona apel beludru ini species kupu-kupu seperti Melanitis leda, Junonia hedonia, Elymnias nesaea, dan Tanaecia palguna juga ikut serta menyesap sari-sari nutrisi yang ada pada buah apel beludru itu. Buah tersebut nampaknya begitu populer di kalangan serangga cantik Taman Kyai langgeng , sungguh menarik perhatian saya untuk menelaah tentang keistimewaan buah apel beludru tersebut.

Bisbul (Diospyros blancoi A. DC) dikenal juga sebagai Velvet Apple (Inggris) atau Buah Mentega (Indonesia). Merupakan buah yang awalnya hidup liar di hutan-hutan primer dan sekunder Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negeri tropis, termasuk Indonesia, di Bogor, Jawa Barat dibudidayakan di pekarangan. Buah bisbul berbentuk bulat gepeng, dengan besar kira-kira 5-12 x 8-10 cm, berbulu halus seperti beludru. Termasuk keluarga eboni (suku Ebenaceae) dan berkerabat dengan Kesemek dan Kayu Hitam. Tak heran jika di negeri asalnya disebut Buah Mabolo atau Buah Berbulu. Berdasarkan literatur yang ada, tanaman tersebut diintoduksi ke Jawa, Malaysia pada tahun 1881, dan juga ke Kebun Raya Singapura, ke Calcuta di India. Tanaman ini berbuah terus menerus sepanjang tahun. Dari bunga sampai berbuah sekitar empat bulan.

Bisbul merupakan tanaman hias pohon yang indah dengan ketinggian mencapai hingga 30 m, tapi umumnya hanya sekitar 15 m atau kurang. Berbatang lurus, dengan diameter batang ± 50 cm, bercabang mendatar dan bertingkat, dengan tajuk keseluruhan berbentuk kerucut yang lebat dan rapat sehingga gelap dibagian dalammya. Sisi atas daun hijau tua, mengkilap, sisi bawah berbulu halus keperakan, daun muda berwarna hijau muda samapi merah jambu. Buah muda berwarna cokelat kemerahan yang berubah menjadi merah terang, kemudian agak kusam jika matang. Sedangkan daging buah berwarna keputihan, agak keras dan padat, serta kering. Rasanya manis agak sepat dan berbau khas, hampir menyerupai bau keju dan durian. Bijinya 0 – 10 butir per buah, berbentuk baji, ukurannya mencapai 4 x 2,5 x 1,5 cm.

Buah bisbul umumnya dimakan dalam keadaan segar jika matang. Daging buahnya juga dapat diiris-iris dan dicampur dengan buah-buahan lain untuk dijadikan rujak. Selain manis, buah ini juga sangat manfaat. Setiap 100 gr buah bisbul mengandung protein 2,8 gr, lemak 0,2g, karbohidrat 11,8 gr, serat 1,8 gr, kalsium 46 mg, fosfor 18mg, zat besi 0,6mg, vitamin A 35 SI, vitamin C 18 mg, tiamin 0,02 mg, robflavin 0,03 dan energi 332 kj/100 gr. Buah bisbul juga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang demikian kaya, maka bisbul bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mem-perbaiki saluran pencernaan, meng-haluskan kulit, menjaga kesehatan mata dan mencegah sembelit.
Tanaman bisbul dapat tumbuh dari 0 s/d 800 m dpl, dan pada hampir segala jenis tipe tanah, tanaman ini sangat tahan terhadap angin topan. Perbanyakan umumnya dari hasil grafting dan mulai berbuah 6 – 8 tahun, untuk hasil yang baik bisbul harus tumbuh bersama dengan pohon lainnya agar menghasilkan banyak buah. Kalau ada pohon bisbul lain di dekatnya, akan lebih banyak terjadi penyerbukan Dan tanaman buah apel beludru ini termasuk dala tanaman yang langka dan jarang ditemui.
( Sumber: http://www.deptan.go.id/)

Nah keren banget ya buah bisbul atau apel beludru atau buah mentega ini, banyak manfaatnya. Pastinya keberadaan pohon apel beludru atau buah mentega ini juga breperan bagi keberadaan beberapa species kupu-kupu yang ada di kawasan Taman Kyai Langgeng Magelang, melihat adanya beberapa spesies kupu-kupu yang sulit dijumpai di daerah-daerah lain dan justru terdapat dalam jumlah yang cukup banyak di kawasan Taman Kyai Langgeng Magelang ini. Kupu-kupu tersebut adalah jenis Dophia evelina, baik jantan maupun betina, dan jenis Tanaecia palguna. Kedua kupu-kupu ini memang memiliki venasi sayap yang hampir mirip. Dophia evelina memiliki ciri khas segitiga coklat yang meruncing kearah luar, sedangkan Tanaecia palguna dengan ciri khasnya memiliki bentuk seperti panah pada bagian venasi sayapnya.

Untuk mengetahui apakah keberadaan tanaman apel beludru atau buah mentega ini merupakan inang dari jenis kupu-kupu tertentu baik itu Dophia, Tanaecia atau yang lainnya, harus dilakukan penelitian yang lebih mendalam. Sejauh ini saya belum bisa menemukan adanya larva kupu-kupu pada tanaman tersebut, bisa jadi untuk kunjungan selanjutnya akan ada kejutan tentang tanaman apel Beludru dan larva kupu-kupu apa yang mendiaminya.

Just waiting for the next episode about bisbul fruits and the butterfly! ^-^

About these ads

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

13 Balasan ke Si Cantik Dophia Evelina , Tak Kuasa Menahan Pesona Apel Beludru (Diospyros blancoi A. DC. )

  1. zulkarnaen berkata:

    mantap…

  2. widyo berkata:

    Apel beludru aromanya wangi, tidak sepet. (Saya sering makan)

  3. Mahardika Gama berkata:

    wah… saya juga suka kupu-kupu :)

  4. Yusuf berkata:

    mhn bantuan di mana saya bisa dapatkan/ beli bibit pohon apel bludru?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s