Kepak Kupu

Seperti masuk ke dalam dunia yang sama sekali tak ku ketahui rimbanya. Mencoba menapaki satu demi satu, jalan yang ku kira tak serumit dan sekompleks ini. Mencintai alam, menyukai keindahan, masuk pada dunia yang padat, kampus biru yang menyita waktu, tenaga dan pikiran. Mulanya tak pernah berfikir untuk terlalu jauh pada keinginan yang pasti tentang spesifikasi keilmuan yang ingin dipelajari. Yang penting semuanya ikut, belajar, senang-senang, berusaha dan fokus. tapi, nyatanya tak semudah itu. Berkali-kali jatuh karena sepercik api yang menggeliat hati. Tapi selalu bangkit dan melanjutkan mimpi-mimpi.

Burung, kelewar, gunung, pantai, dan gua, sesuatu yang satu demi satu ku jamahi demi menghilangkan dahaga yang selama ini sama sekali tak kudapatkan saat di kampus. mencari sesuatu yang ku kagumi, indah, menarik dan takkan habis bosan untuk menatap kepaknya yang manis, atau memandang sayapnya yang indah.

Kupu-kupu

Bukan kupu-kupu malam, seperti diriku yang gemar menuai tanya dan pandang mata tajam karena kebiasaan pulang malam ataupun pagi, eitsss, bukan untuk apa-apa tapi untuk mendapatkan sesuatu yang kubutuhkan yaitu pengalaman hidup dan kegigihan. Enough.

I just wanna tell something so nice and cute…
That’s butterfly
Kupu-kupu termasuk dalam ordo lepidoptera, yaitu serangga yang sayapnya tertutup oleh lembaran-lembaran sisik yang memberi corak dan warna sayap kupu. Seringkali kita jumpai di hutan, tepi sungai dan di tempat-tempat lain yang terbuka, ternag dan terdapat berbagai jenis bunga. Cantik, kupu mempunyai warna, corak, dan bentuk yang yang sangat indah. Keberadaan kupu-kpu sering kali membuat mata para kolektor cepat tanggap, mengawetkan dan mengambilnya dari habitat hidup kemudian menjadikannya sebagai koleksi yang indah. Tak hanya para kolektor, ilmuwan yang notabene mereka mengetahui secara pasti tentang kehidupan, keberadaan dan kemungkinan suatu saat kupu-kupu itu akan musnah, juga menjadai salah satu tokoh yang turut mengambil kupu-kupu di alam, walau sebagai sampel untuk pengetahuan, setidaknya upaya itu juga diikuti dengan penangkaran. Sehingga keberadaannya tidak terus-menerus berkurang di alam. Tak ayal jika Keberadaan Kupu-kupu semakin terancam, di Sulawesi daerah di mana terdapat Taman Penangkaran kupu-kupu sehingga dijuluki dengan ” surga kupu-kupu”, pun kini telah banyak jenis kupu endemis Sulawesi yang hilang alias punah.

Keindahannya tak kan bisa kita lihat lagi, jika dituruti keinginan kita untuk mengambilnya dan meletakkannya di papan kaca sekedar untuk keindahan rumah kita. Melihatnya beterbangan dan menikmati kepaknya yang berpola warna-warni adalah membiarkan kebebasan, mewujudkan kehidupan nyata bagi si cantik jelita ini.

Mulailah mencintai dengan tak perlu mengambilnya….
seperti ketika naik gunung selalu ada kata
” jangan pernah kau ambil selain udara, jangan pernah kau tinggalkan selain jejak, dan jangan pernah kau sakiti bila kau cintai”

Biarkan kepaknya mengudara, membawa mimpi-mimpinya untuk terus hidup
Seindah mimpi-mimpi kita yang kita biarkan melangkah pelan-pelan mengikuti jalan cerita menggapai tujuan hidup….

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s