Tembang Rindu, Rembulan…..

Tengah malam, hampir dini hari bahkan.
Sepertinya sudah bisa sejenak melupakan, tak mengingat apapun tentang sesuatu yang mengguncang hati.
Tapi kali ini, hanya hendak kusampaikan pada rembulan dini hari tentang tembang lirih yang berdendang di hati.
Berbisik tipis disamping jendela hati, menyanyikan sayup-sayup kata, serpihan rerindu yang tak hendak disampaikan tak pula bisa dilalukan.

Kemarin dia berkata lirih, rembulan senja hari, sesaat deras gerimis tiba….
Sampaikan sejumput ketakpastian yang manis
Yang membuat rembulan malam terlupa….

Kini, datang lagi…
Lagu syahdu yang sepi
menggeliat lagi….
Hendak di usir pergi, sekalinya diusir bukannya pergi tapi terus datang, datang, dan datang lagi….

Hey….
Ada 2 rembulan di hatiku
Dan semuanya masih temaram,
Meremang saja,
Rembulan senja temaniku selalu…
sejak lalu….hingga kini

Rembulan malamku yang sejenak datang
Lalu pergi
Meninggalkan kenangan tanpa kepastian…

Hanya satu rembulan yang kuharapkan ada di sini

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s