Pesona Kupu-Kupu, Geliat Ulat, Kesetiaan, Kepedulian Tanpa Kebohongan

Kalau kau lihat gurat sisik di sayapnya yang rapuh
Pastinya decak kagum kan membawa pandang menyelami indahnya lukisan Tuhan itu
Kau sapa lembut wajah pagi hari yang bersinar dengan kepak ringan yang mempesona
Seperti seorang gadis cantik nan menawan kumbang

Kau begitu memikat hati
Mempesona sekuntum Krisan kuning
Elok nian, seperti lagu kecilku
” Kupu-kupu yang lucu”

Tampak mata ketika dewasa dan matang
Begitu Indah

Tapi kau pasti akan begidik ngeri
ketika melihat ulatnya yang begitu rimbun dengan bulu-bulu panjang
geraknya yang merayap, seperti hendak meraba setiap jengkal kulit kemudian
memasuki Fase hidup selanjutnya
dia akan masuk pada selimut tidurnya yang nyaman…
Membuatnya sedikit sabar supaya bisa “lahir” Sempurna
dengan kepak sayap indah dan mempesona
Tak seperti semula
Apa seperti itukah gambaran kepedulian  manusia

Ketika kita masih melarat
miskin dan tak bera
Banyak mata begidik ngeri dan jijik
memandang miris
Sepertinya wajah kusam ini tak ada harap sukses dan matang hidup di Dunia
Seperti melihat geliat ulat bulu yang mengerikan
seperti itukah melihat seorang kumuh kusam di anggap tak bermasa depan
Sepertinya setakut itu, takut sekali akan terkena bulu-bulu “Rekoso” yang di bawa si kumuh itu…

Begitu pulakah seorang manusia
Pandang seorang Guru
Akan sangat mencintai muridnya yang pandai
tapi akan begitu mengabaikan anak-anaknya yang bodoh
Lalu menjadi baik hati pada yang bodoh lalu menjadi pandai..

Begitu pulakah
Lalu tepuk tangan ringan, riang, meriah,
membahana
ketika keberhasilan, Wajah lusuh itu sumringah, mendapatkan keberhasilannya…
Kejayaan datang, Seperti corak indah pada sayap kupu yang memikat
seperti itu telah tampaklah masa depan yang indah pula..

Shit…
adakah tanah yang selalu ada meski hujan tak turun terik meneriaki
Adakah Langit yang biru saat terang dan tetap di situ ketika awan kelam menandakan Hujan

Adakah sebuah kesetiaan
konsistensi
Terhadap kawan
Sahabat
Kepedulian
Kasih sayang
Cinta

Yang datang bukan karena
Harta
Kepandaian
Kecantikan
Keindahan

Tapi datang atas sebuah ketulusan
Kepedulian yang tak beralasan

Bukan sebuah pengakuan karena keberhasilan
tapi pengabaian saat keterpurukan

Kepedulian dan kebahagiaan
bersama dalam satu Ikrar Kesetiaan

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s