Hebomoia glaucippe

Hebomoia glaucippe

Hebomoia glaucippe nan cantik ini juga dikenal sebagai Oriental Great Orange-tip. Dalam perjalanan menuju karimunjawa sekitar satu bulan yang lalu, saya dan 11 teman yang lain harus terdampar di Jepara, mungkin tidak terdampar tapi hampir saja nekad nggembel jika saja tidak ada salah seorang teman yang bersedia memberi tumpangan, meskipun si empunya rumah tidak berada di rumahnya ( colek : Bayu Tantra Pradana, thankyou Boy  ).

Sembari mengisi waktu luang menanti kepastian waktu pemberangkatan kami ber12 menginap di rumah Dana di Jepara. Bersyukur ada sepupunya dana, Tiara dan Caca, dua bocah cilik yang unyu-unyu dan bikin suasana semakin hangat, selain keributan-keributan yang memang sudah menjadi kebiasaan kami ber12, terutama sewaktu main poker.

Pada pagi yang cerah, sepertinya hari itu adalah selasa pagi, 20 Maret 2012. Kami sedang asyik menikmati minuman masing-masing, gorengan yang didapatkan tidak dengan mudah mengingat jepara adalah kota yang khas dengan kayu ukirnya, but mentang-mentang jualan kayu ukir yang jualan gorengan jarang banget cuy, beda banget kaya di Jogja yang setiap 5 meter sekali dengan mudahnya bisa ditemui orang jualan aneka camilan. Back to the topic, mulanya kami melihat ada burung madu yang hinggap di pohon bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinencis), kalo menurut saya itu burung madu sriganti, tapi agak meragukan karena sedikit berbeda dari biasanya, mungkin juga burung madu kelapa, yang penting itu burung madu, dengan paruhnya yang bengkok ke depan, panjang dan digunakan untuk menyesap madu dari bunga sepatu yang merah merona, duh cantik banget deh, komposisi yang sangat indah dan menyita perhatian para tukang poto (shoim, mas aza, abdu, ayu, juki). Tak dinyana-nyana keberadaan pohon hibiscus rosa sinencis yang penuh dengan bunga-bunganya yang tengah mekar, merah menyala, tidak cukup untuk mempesona burung saja, nyatanya si cantik Papilio memnon juga turur hadir menyesap nektar dari madu bunga tersebut. dan juga seekor kupu-kupu yang nampak orange kusam. Mulanya kupikir itu catopsilia atau semacamnya, tapi ukurannya jauh lebih besar, masih menduga-duga dan belum bisa memastikan. Tahu-tahu si shoim menjeprat-jepret si orange kusam itu, kemudian sewaktu melihat hasilnya ternyata dia jauh lebih cantik dari yang saya lihat dengan mata telanjang. Di bagian sayap atas, dikedua ujung sayap depannya nampak warna orange tegas, dan itu benar-benar cantik. Di luar nampak kusam dan tidak menarik, tetapi di dalam nampak kecantikannya yang aduhai sungguh mempesona.

Tersihir dengan kecantikannya saya pun buru-buru mencari tahu “siapa” gerangankah kupu-kupu orange itu, berbekal buku panduan kupu Djunijanti peggie dan butterflies of West Java dari Christian D. Schulze, ternyata kupu tersebut belum ada di buku Ibu Djunijanti peggie (Kupu-kupu Bogor) tetapi ada di buku Butterflies of west java.

Demikian adalah kunci taksonomi dari Hebomoia glaucippe :

Kelas               : Insecta

Ordo                : Lepidoptera

Subordo          : Rhopalocera

Superfamili      : Papilionoidea

Suku                : Pieridae

Kupu-kupu dari suku pieridae memiliki ciri khas yang biasanya berwarna kuning dan putih, ada juga yang berwarna orange dengan sedikit hitam atau merah. Berukuran sedang, tidak memiliki perpanjangan sayap yang menyerupai ekor. Banyak jenis yang menunjukkan variasi sesuai dengan musim. Beberapa jenis memiliki kebiasaan bermigrasi. Kupu-kupu betina lebih gelap dan mudah dibedakan dari yang jantan (Djunijanti Peggie et al ; 2006).

Mulanya saya pikir kupu ini merupakan kupu endemik jawa, karena di buku panduan butterflies of west java nama spesies nya adalah Hebomoia glaucippe javanensis, namun setelah membaca literatur ternyata kupu ini juga ditemukan di sulawesi, India, dll.

Setelah kembali ke Jogja, sekitar 2 minggu kemudian saya dan kawan-kawan sedang berada di daerah gunung Kidul, tepatnya di depan Gua Jlamprong, kala itu kami hendak masuk ke dalam gua untuk pengambilan data tentang kelelawar. Di antara semak-semak nampak kupu-kupu berwarna orange kusam, mulanya saya gak ngeh, tetapi salah seorang teman yaitu mas aza bilang kalau ada kupu. Nah setelah diperhatikan baru saya ngeh kalau kupu tersebut adalah Hebomoia glaucippe. Senang bisa berjumpa dengan si cantik yang warna sederhananya menipu sekaligus memikat hati saya. Pertanyaan apakah kupu tersebut endemik jawa atau bukan masih belum terjawab.

Telur dari kupu ini berbentuk seperti bulir padi, berwarna putih, dan biasanya tidak berkelompok, menyendiri. Larvanya memiliki warna hijau dan lunak, dengan garis-garis pucat yang memanjang. Pupa dari kupu jenis ini sering tersembunyi di bawah daun.

Hebomoia glaucippe ini merupakan kupu terbesar dari suku Pieridae, dengan panjang sayap depan 5 cm. Si cantik Orange tip ini terbang dari satu bunga ke bunga yang lain misalnya Ixora, Lantana, Vincula, dan pepohonan yang berbunga. Pada permukaan sayap bawah dan ujung sayap depan memiliki urat-urat garis yang halus dan gelap dari ujung hingga pertengahan sayap. Untuk kupu yang betina memiliki titik-titik gelap di ujung sayap belakang di permukaan atas sayap. Tanaman makanan bagi larva kupu ini adalah spesies Capparidaceae seperti Crateva religiosa, Capparis zeylanica dan Capparis moonii (daun kreket). Peresebaran dari kupu ini biasanya berada di daerah dataran rendah, di daerah asia dan Maluku.

Sumber  :

Meryl Wilson. 101 Butterfly of Indonesias lowlands.

Thanks to :

–       Fotonya shoim

–        Fotonya Ayu

–         And others

–          Luph U all…:-*

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s