Enjoy The Dark side of Indonesia

Terlahir di negri “sekaya” Indonesia, seharusnya menjadi kebanggaan bagi kita, bagi saya, anda dan semua manusia yang lahir di tanah ini. Indonesia adalah salah satu negara dengan biodiversitas yang sangat tinggi dahulu, bahkan saat ini pun masih, meskipun telah berkurang lebih dari 50 %. Namun ke karena bencana, ilegal loging, dan aktivitas manusia yang semakin pesat. Kenyataannya kebanggaan itu tak disertai dengan kemampuan dan kemauan untuk menjaga kekayaannya. Sederhana saja, membuang sampah di tempat yang semestinya itu pun sulit dilakukan, saya masih sering menyaksikan mengalami kena lemparan sampah dari orang yang membuang plastik atau bungkus makanan ringan dari dalam mobil. Seorang sahabat saya pernah menngatakan seperti ini, “ Kalau tidak mampu membuang sampah pada tempatnya, makan sekaligus bungkusnya!”. Duhai seperti itukah negri indah ini harus “hancur” oleh ulah sendiri.P1020857

Satu tahun berlalu dengan aktif di kegiatan kampus, kerja part time, kuliah di jurusan pendidikan Biologi yang luar biasa padat menjadi aktivitas keseharian yang tidak pelak membuat saya penat. Suatu saat di tahun 2011 saya mendapat tawaran untuk mengikuti ekspedisi di kilamantan selatan, bukan ekspedisi hutan atau satwanya. Tetapi ekspedisi ke gua-gua yang ada di kalimantan selatan, tepatnya di Meratus dan Batu Hapu. Tanpa berbekal pengalaman caving sebelumnya, saya nekad turut serta. Menjadi satu-satunya perempuan diantara rekan-rekan pria yang luar biasa tangguh sungguh merasa terhormat, dihormati, dilindungi dan tidak dibedakan berdasarkan keberadaan saya sebagai perempuan. Saya tetap turut serta menaiki medan pegunungan meratus yang cukup rapat, masuk kegua-gua yang baru saya temui sehari 3 sampi 4 gua kami kunjungi. Mencoba menelaah keberadaan gua dan melihat keanekaragaman kelelawarnya. Namun sayangnya meskipun gua-gua itu cukup jauh dari peradaban, tetap saja banyak dijumpai coretan-coretan yang menghiasi dinding gua, sampah-sampah dan beberapa “jejak peninggalan” para penjelajah terdahulu. Ternyata demikian juga ya, yang dilakukan oleh pemuda Indonesia yang menyatakan dirinya pecinta alam, justru kegagahannyaberpetualang meninggalkan jejak vandalisme terhadap bumi pertiwinya.

 

Menikmati keindahan stalagmit, stalagtit dan aneka bebatuan nan unik membuat saya terkagum-kagum, airnya yang dingin, medannya yang menanjak, kadang begitu sempit, kadang harus merayap, membuat saya tak peduli lagi dengan lumpur dan mungkin aneka macam cacing yang biasanya membuat saya bergidik ngeri. Ada sekitar 18 gua yang berhasil kami kunjungi,dan sebenarnya lebih dari itu, namun karena perlengakapan dan waktu yang terbatas maka cukup 18 gua itu di Kalimantan Selatan. Meskipun demikian, 18 gua tersebut telah membuat saya jatuh cinta dengan gua, dengan caving, meskipun saya belum pernah mencoba vertical caving, mungkin suatu saat akan ada kesempatan itu datang. Gua, tidak bisa terlepas dari kelelawar di dalamnya, dan bau guano. Guano adalah veses kelelawar yang baunya begitu menyengat, namun menyimpan misteri sebagai obat atau antibiotik. Di salah satu gua di meratus, telaga langsat, nama guanya adalah gua haruk, haruk yang artinya bau. Ya gua haruk memang memili bau yang sangat khas, bau guano yang sangat menyengat karena kelelawarnya yang sangat banyak di dalam gua. Untuk masuk ke gua tersebut kita harus melewati jalan setapak diantara perkebunan karet, lahan bekas penebangan hutan, dan menaiki lereng yang cukup curam yang sudah tidak ada pepohonannya sama sekali. Lalu masuk lewat mulut gua yang cukup lebar, menuruni dinding gua yang basah dan penuh dengan gua, kita harus sangat berhati-hati karena tidak mungkin kita tidak tergelincir. Terpeleset, berlumpuran guano, atau masuk ke aliran air adalah hal biasa yang pasti kita jumpai saat menikmati pesona wisata tanpa lampu di dalam gua. Belum pernah mencoba? Mengapa tidak mencoba. Namun seperti seringkali tertulis di banyak tempat, jangan mengambil apapun selain udara ( foto juga boleh), dan jangan meninggalkan apapun selain jejak.

 Segelap gua, sehitam gelap, lebih dalam lagi ilmu dan pengetahuan yang tersimpan di dalamnya.

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke Enjoy The Dark side of Indonesia

  1. bro katanya 18 gua yg dikunjungi. Gua apa aja tuh?

    • papiliomemnon berkata:

      sebenarnya tidak persis 18 karena beberapa adalah gua yang berdekatan, satu pintu tapi banyak lorong, ini beberapa yang ada namanya, karena kebnayakan belum ada namanya. Tambang, Batu Hapu 7 (Wisata), Batu Hapu 6, Batu Hapu 5 (Cerukan), Batu Hapu 4 (Sungai BT), Batu Hapu 3 (Guano3), Tambang, Piton, Janggawarik, Angin, Haruk, Bawah Tanah, Gayang, Pahajatan, Babi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s