Kata, Cinta

Tak menjemput pena
Purnama berlalu dari kata

Berpijak kukuh pada aman
nyaman
Hati meruntuh, merupa rapuh
Melupa waktu
Tak lagi lirih saja berkata
Tak pula berdiam tak bicara
tapi sunyi, sepenuhnya melupa

Oh, hay….

Cinta lamaku yang sendiri
Lama nian tak kusapa dikau

Adakah rindu menyaput sendu kalbu?

Bilakah tak sampai, maafkan daku …

Lena…

Lelah berkutat pada nyata
sehingga melupa pada rasa

Pada cintaku untukmu

Kata…
Jiwa…

Baris sajak
Rumpun Cerita
Gundah gulana yang dulu ku ramu bahagia
kupintal payah-payah obati luka

kini…Aku, saja

Ya Begini, ini…

Aku merindu
Tapi tak ada waktu

Oh sajak-sajakku berdebu

aku berdaya, tapi tak mengupaya

kini aku membuka pagi
menyibak malam
mengawali waktu

Bilakah engkau berkenan
kembali di rerasaku …
hadir kembali

pada bait-bait hari yang kugilas oleh sama

senja hingga senja lagi

Tentang papiliomemnon

Mencintai dengan sederhana dan dicintai dengan sederhana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s